Awali dengan mimpi lalu bergerak melaju tak terbatas

Kamis, Januari 22, 2015

alas kaki

“teh, kok gapake kaos kaki?” tanya zaki ketika melihatku yang hanya beralaskan sendal jepit.

Pagi ini, aku diminta mengantarkan zaki ke sekolah yang berjarak tidak kurang dari sekitar 1 km. Belum mandi, berpakaian ala kadarnya. Mengambil rok, jaket dan kerudung kaos yang tergantung di belakang pintu lalu bergegas pergi.

Tetapi mendengar pertanyaan itu, aku terdiam, sedikit kaget dan malu lebih tepatnya. Diingatkan oleh anak berumur 9 tahun. Telah mengetahui teorinya, sering mengingatkan yang lain juga, tetapi ketika di rumah, ke-idealis-an tentang hal itu seketika memudar hanya karena kata ‘dekat’ dan ‘sebentar’.


“kan kita harus saling menjaga aurat teh” dengan tampang polosnya zaki menambahkan. Baru saja, tadi pagi aku ingatkan zaki untuk menggunakan sarung pada saat sholat shubuh. Dan dia mengingatkanku sekarang. :)

Karena kaki juga bagian dari auratmu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar