Awali dengan mimpi lalu bergerak melaju tak terbatas

Kamis, Juni 08, 2023

Perjalanan

Perlahan mulai terlihat sebuah titik di kejauhan
Perlahan kejernihan pikiran mulai terasa

Jika faktor luar turut berperan, mungkin hormon telah kembali
Aktivitas perlahan bisa terkendali

Ada masanya berkecamuk di kepala, tapi tak tertumpahkan
Ketika akan dituangkan, hilang mood sehingga terurungkan

Terucap permintaan padaNya agar semoga kehidupan ini tertata
Hingga bersama lengkap menuju jannahNya

Selasa, Juni 06, 2023

Semrawut

Menilik yang lalu rasanya permasalahan tak begitu berarti
Meskipun pada saat itu rasanya berat sekali
Seakan menjadi manusia paling menderita di muka bumi

Hal yg tidak disukai mengapa hadir menjadi takdirku?
Pertanyaan mengapa ini seharusnya tidak terjadi, tapi mengapa tetap muncul di pikiranku ya? (Loh kok mengapa lagi)

Aku yg terbiasa berdiri diatas usaha sendiri (dengan bantuan Allah tentunya) mendapatkan hasil yg sepadannya
Mendapatkan hasil yg tak aneh, ya memang segitu usahaku..

Batinku yg pantang balas budi, namun kenyataannya kemudahan itu hadir sehingga rasanya perlu
Apakah ini sebuah makna…

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah:216)

Mengapa ketika dihadapkan pada kenyataannya terasa berat ya?
Pergolakan batinnya begitu terasa

Apakah ini namanya rezeki dari arah yg tak disangka-sangka?
Hadir tanpa melakukan apa2?
Perlukah aku membalasnya?
Bagaimana caranya?

Selasa, Juli 26, 2022

kembali menata

Waktu yg terlewati rasanya berlalu begitu saja.
Kadang mempertanyakan diri, apa yg telah dilakukan selama jangka waktu ini?
Bagi aktualisasi secara karir mungkin terhenti.
Tapi peran lain datang bertubi-tubi.

Bolehkah bernafas sejenak? Bolehkah berhenti sejenak?
Mungkin tak sepenuhnya bisa, namun sedang dicoba untuk perlahan memaknai segala yang ada.
Sedikit demi sedikit mempelajari, mencari celah, dan menata yang berhamburan.
Bismillah, semoga Allah turut serta dalam setiap agenda agar berkah dan keselamatan turut serta.

Selasa, Desember 01, 2020

Sebuah Rangkaian Perkenalan

Belum usai menerima sebuah kenyataan bahwa pimpinan telah jatuh ditangannya.
Ucapan dan perlakuan manis terkadang memaksa untuk menepis segala keraguan yang ada.
Belum tuntas pula memahami dan mengenali seutuhnya, datang lagi sebuah amanah.
Kaget? Jelas. Bersyukur? Harus

Disaat ritme bersama berkurang, muncul potongan-potongan episode lalu yg ternyata merindukan.
Padahal mungkin dulu saat menjalani terasa memuakkan.
Terasa benar pepatah yang menyebutkan "nikmatilah jalanmu hari ini, karena esok kau akan merindukannya"

Sebuah kondisi yang mengharuskan tak ada lagi pertemuan secara bebas, membuat proses adaptasi ini terasa berat.
Hal-hal yang biasa dilakukan sama sekali tak bisa dikerjakan. Semua baru. 
Adaptasi terhadap sebuah peran baru, di kondisi baru, tanpa boleh menyelami sedikit pun yang lalu.

Hati-hati dengan ucapan, sebagian ucapan bisa dianggap doa.
Ketika terkabul, eh kok rasanya belum siap?
Tapi berhubung sudah terjadi, pilihannya adalah beradaptasi.

Terucap maaf dan terimakasih dariku yang perlahan sedang memantaskan dan melayakkan diri.

Rabu, September 02, 2020

memaknai arti bersatu

Ketika dua orang dipertemukan, tak sesederhana tentang dua hati yang bersatu.
Pada kenyataannya ada dua keluarga yang juga ikut dipertemukan dan disatukan.
Untuk kemudian menemukan dan menyadari adanya berbagai perbedaan baik karakter, budaya, pemikiran maupun sesederhana kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di kehidupan sehari-hari. 

Menemukan seonggok kelebihan yang perlu disyukuri kehadirannya
Menemukan sepucuk kekurangan yang perlu bersabar dalam menghadapinya
Toh dalam sebuah pernikahan, keduanya tetap bernilai ibadah.

Sebuah rangkaian menghargai, mengapresiasi, sampai mensyukuri hadirnya persamaan yang ada.
Sebuah rangkaian menemukan, menerima, sampai menurunkan ego menghadapi warna warni sebuah perbedaan.
Seiring waktu berjalan diperlukan adanya pemakluman segala hal yang ada untuk saling melengkapi, mendukung dan menguatkan agar tetap berjalan di jalur yang sama.

Memaknai arti pernikahan bahwa dengan menghargai indahnya perbedaan dapat meluaskan cara pandang sampai mengembangkan segala potensi yang ada.
Pada akhirnya mengingati diri, menekankan pada hati dan pikiran bahwa hal ini hanyalah sebuah fase yang perlu dilewati dalam menjalani kehidupan di dunia, kembali lagi.. hal ini hanyalah sebuah fase untuk mempersiapkan perbekalan kehidupan akhirat yang kekal nanti..  

Sebuah rangkaian ibadah, dari keluarga untuk membentuk sebuah keluarga, sebagai bentuk dalam memperbanyak masa untuk kembali bertemu di surgaNya kelak. aamiin..